Instalasi Ubuntu Sebagai Single OS

2
461

 

Apakah Ubuntu?

Ubuntu merupakan salah satu distribusi (distro) Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas (free software). Ubuntu memiliki dukungan (support) baik yang berasal dari tenaga ahli professional maupun dari berbagai komunitas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi Afrika Selatan yang berarti “kemanusiaan kepada sesama”. Ubuntu dirancang untuk kepentingan penggunaan pribadi, tetapi tersedia juga versi server dan telah dipakai secara luas.

Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan, Mark Shuttleworth.

Versi terakhir yang telah di release sistem operasi ini adalah Ubuntu 16.10 (code name : Yakkety Yak), namun penulis menyarankan untuk menggunakan versi LTS (Long Term Service), dimana untuk versi ini didukung selama 5 tahun, sementara untuk versi non-LTS hanya 9 bulan. Untuk versi LTS sekarang sudah mencapai Ubuntu 16.04.2 LTS (code name : Xenial Xerus) dan terus akan di dukung selama 5 tahun sejak release date-nya (sampai dengan tahun 2021).

 

Persiapan

Dalam tutorial ini penulis akan menjelaskan tentang bagaimana memasang/instalasi Ubuntu versi LTS sebagai single OS atau satu-satunya sistem operasi yang akan digunakan pada sebuah computer, jadi bukan dual OS/dual boot OS. Adapun yang perlu dipersiapkan antara lain :

  1. Persiapkan komputer sesuai rekomendasi sistem operasi versi LTS terakhir Ubuntu 16.04.2 LTS, yaitu :
  • 2 GHz dual core processor atau lebih tinggi.
  • 2 GB system memory.
  • 25 GB kapasitas hard disk minimal.
  • DVD drive atau sebuah USB port untuk media instalasi.
  • Akses Internet untuk proses instalasi lebih lanjut (catatan : untuk awal instalasi tidak terlalu dibutuhkan).
  1. Download/unduh iso Ubuntu 16.04.2 LTS dari situs resminya atau bisa langsung unduh dari link berikut di bawah ini :

Pilihlah sesuai dengan spesifikasi komputer yang digunakan.

  1. Siapkan bootable DVD Ubuntu 16.04.2 LTS atau untuk komputer modern saat ini cara instalasi dapat menggunakan bootable USB flash disk. Untuk membuat bootable CD/DVD dapat menggunakan freeware CDBurnerXP (Microsoft Windows) atau K3b (Linux). Untuk cara modern dengan menggunakan bootable USB flash disk, dapat menggunakan freeware Rufus (Microsoft Windows) atau UNetbootin (Linux). Silahkan pilih yang paling mudah dan sesuai dengan komputer yang digunakan.
  1. Backup data penting yang ada ke dalam media penyimpanan eksternal (USB flash disk atau eksternal hard disk), karena proses instalasi akan menghilangkan semua isi partisi.

Dalam tutorial ini penulis menggunakan simulasi virtual machine dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • 2.5 GHz single core processor
  • 2 GB system memory
  • 25 GB virtual hard disk drive
  • Virtual NIC (bridge)
  • Virtual DVD drive
  • OS Ubuntu 16.04.2 LTS 64 Bit
  • EFI mode disable

 

Instalasi

Jika semua sudah dipersiapkan marilah kita lanjutkan tutorial ini kepada proses instalasi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut  :

  1. Booting Ubuntu 16.04.2 LTS
Setting Boot BIOS

Pastikan komputer melakukan boot pertama/awal pada media instalasi yang terpasang (DVD drive atau USB port). Caranya atur pada BIOS untuk media boot atau pada komputer modern bisa menekan-nekan tombol F12 ketika komputer dihidupkan sampai dengan muncul pilihan boot di layar monitor dan arahkan pilihan pada media instalasi yang digunakan kemudian tekan Enter.

 

GRUB menu

Untuk catatan : jika menggunakan instalasi Ubuntu versi 64 bit dan komputer yang digunakan mendukung mode boot EFI (Extensible Firmware Interface), maka secara otomatis proses instalasi akan berjalan secara EFI dan pada awal process anda akan dibawa pada jendela pilihan/menu GRUB(GRand Unified Bootloader) seperti gambar di samping ini.

 

Untuk opsi menu GRUB ini pilihlah pada menu ke-2 Install Ubuntu dengan menggunakan keypad dan tekan Enter. Umumnya hal ini terjadi pada komputer-komputer modern dimana telah mendukung EFI. Dalam tutorial ini penulis mensimulasikan tidak menggunakan mode EFI (EFI disable pada BIOS dan menggunakan Legacy Boot).

Welcome

Pada Non-EFI (Legacy) mode, jika boot pada media berhasil maka installer akan membawa anda pada jendela Welcome. Ada 2 pilihan disana, yaitu Try Ubuntu dan Install Ubuntu. Untuk melanjutkan instalasi tentunya pilihlah Install Ubuntu.

 

  1. 3rd Party Software
3rd party software

Installer akan menawarkan anda untuk memasang 3rd party software tambahan, jangan centang apapun dan lewati saja tahap ini dengan menekan tombol Continue. Instalasi ini dapat dilakukan nanti setelah proses instalasi selesai.

 

  1. Deteksi Sistem pada Komputer
Something else installation

Selanjutnya installer akan mendeteksi sistem apakah yang akan terpasang dalam komputer anda. Dalam tutorial ini disimulasikan bahwa tidak ada sistem apapun dalam komputer maka installer akan meminta anda untuk melakukan proses selanjutnya. Pilihlah pada Something else, yang artinya kita akan mengatur sendiri sesuai dengan apa yang diinginkan. Kemudian lanjutkan dengan menekan tombol Continue.

 

  1. Pembuatan Partisi dan File System

Pada tahap ini installer meminta anda untuk menetapkan partisi dan file system. Perlu dijelaskan sebelumnya perihal partisi dan file system yang akan digunakan. Pada sistem operasi Linux partisi penting dan umum digunakan terdiri atas 3 bagian, yaitu :

  • Root Partition (mount point : /), adalah partisi utama dimana boot, system dan semua aplikasi akan terpasang/install disini. Pada tutorial ini kita akan menggunakan 50% dari kapasitas 25 GB (berkisar 13 GB) dan menggunakan Ext4 sebagai format file system.
  • Swap Area, merupakan partisi virtual untuk menampung data secara sementara bagi data yang akan di proses pada siklus sistem komputasi. Fungsinya mirip seperti RAM. Swap area ini umumnya efektif berfungsi pada komputer-komputer yang menggunakan RAM/memory dibawah 2 GB. Pada tutorial ini kita cukup menggunakan kapasitas sebesar 2 GB (2048 MB) dan tidak memerlukan format file system.
  • Home Partition (mount point : /home), adalah sebuah partisi yang berisi data-data user seperti profile user, dokumen, video, music, data download, dan lainnya. Besarnya partisi ini bisa menggunakan sisa dari partisi yang masih tersedia. Biasanya partisi ini lebih besar dari Root dan menggunakan format Ext4 sebagai file system.
Ketersediaan hard drive

Proses awal adalah menyiapkan hard disk yang masih kosong agar dapat dibuat partisi-partisi seperti tersebut diatas. Lihatlah daftar hard disk kosong yang terdeteksi oleh installer Ubuntu yaitu /dev/sda. Klik atau pilih partisi tersebut dan tekan tombol New Partition Table

 

Notifikasi pembuatan partition table baru

Setelah tombol New Partition Table ditekan maka installer akan memberi notifikasi. Tekan Continue untuk melanjutkan proses.

 

 

Free space baru

Setelah installer Ubuntu selesai mempersiapkan Partition Table maka akan muncul list device baru yang bernama free space lengkap dengan detil kapasitasnya. Pada list device inilah kita akan membuat 3 partisi yang dimaksudkan (Root, Swap, Home).

 

Membuat partisi root (/)

Langkah seanjutnya adalah mempersiapkan partisi Root (/) dengan format Ext4 file system. Klik/pilih free space kemudian tekan tanda + (plus) yang berada di bawah kiri pada. Akan muncul jendela detil pembuatan partisi. Tentukan besarannya, kemudian pilih tipe partisi sebagai Primary, lokasi Beginning of this space, Use as Ext4 journaling file system, dan Mount point /.

Membuat partisi swap

Berikutnya adalah mempersiapkan swap area. Klik/pilih kembali free space kemudian tekan tanda + (plus) untuk membuat partisi baru. Untuk swap area kapasitasnya cukup 2048 MB saja, tipe partisi Primary, lokasi di Beginning of this space, dan Use as swap area. Pada swap area tidak ada mount point.

 

Membuat partisi home (/home)

Langkah terakhir persiapan partisi pada tutorial ini adalah mempersiapkan partisi Home (/home). Kembali pilih free space dan tekan tanda + (plus). Gunakan seluruh sisa partisi yang tersedia, tipe partisi Primary, lokasi di Beginning of this space, Use as Ext4 journaling file system dan Mount point /home.

 

Daftar partisi

Jika persiapan sudah selesai maka anda akan melihat semua rencana partisi akan tampak dalam daftar seperti gambar disamping ini.

Catatan : jangan merubah konfigurasi pada Device for boot loader installation

 

  1. Proses Instalasi
Notifikasi instalasi

Jika proses persiapan partisi sudah selesai langkah selanjutnya adalah proses instalasi sistem Ubuntu. Tekanlah tombol Install Now. Anda akan sedikit tertahan dengan notifikasi installer. Bacalah dengan seksama dan tekanlah Continue untuk melanjutkan proses instalasi.

 

  1. Detil Pengguna

Selanjutnya sambil proses pemasangan sistem Ubuntu berlangsung secara background, installer akan meminta detail anda sebagai pengguna, seperti :

Penentuan lokasi

Location, isilah sesuai lokasi anda berada, kemudian tekan Continue untuk melanjutkan proses berikutnya.

 

 

 

Layout keyboard

Keyboard layout, pada setting ini biarkan konfigurasi yang ada dan tekan Continue.

 

 

 

Menambahkan profile user

User, pada tahap penambahan user ini anda harus mengisinya dengan lengkap, karena user inilah yang nanti akan digunakan setelah proses instalasi selesai dan anda pakai untuk mengoperasikan sistem operasi Ubuntu. Isilah sesuai dengan yang anda inginkan. Untuk contoh dapat dilihat pada gambar berikut dibawah dan jangan merubah setting lainnya. Tekanlah Continue untuk melanjutkan proses berikutnya.

Proses instalasi

Selanjutkan biarkan proses instalasi berlangsung hingga selesai. Lamanya proses bergantung pada spesifikasi komputer yang anda gunakan. Semakin tinggi spesifikasi maka akan semakin cepat proses instalasi selesai.

 

  1. Instalasi Selesai
Restart

Jika proses instalasi sudah selesai maka installer akan meminta anda untuk melakukan restart komputer. Tekanlah tombol Restart Now.

Sampai disini proses instalasi Ubuntu 16.04.2 LTS sudah selesai. Biasanya installer meminta anda untuk mengeluarkan/melepas media instalasi dan menekan Enter untuk proses booting selanjutnya.

Biarkan sistem operasi Ubuntu anda yang baru melakukan booting dan load sampai dengan berhasil membuka jendela login Ubuntu. Masuklah dengan menggunakan user dan password yang telah anda buat sebelumnya dalam jendela login Ubuntu. Jika semua berjalan normal dan berhasil masuk ke dalam Ubuntu Desktop berarti anda sudah berhasil melakukan instalasi Ubuntu 16.04.2 LTS sebagai single OS pada komputer. Selamat mencoba.

Login screen
Ubuntu 16.04.2 LTS Desktop

 

 

 

 

 

Tutorial selanjutnya “Hal Penting yang Perlu Dilakukan Setelah Instalasi Ubuntu